Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Gus Nukman: Waspadai Kelompok Pemecah Belah Umat Dan NKRI

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Selasa, 04 April 2017, 06:54 WIB
Gus Nukman: Waspadai Kelompok Pemecah Belah Umat Dan NKRI
Gus Nukman/Net
rmol news logo Jauh-jauh hari pendiri Republik Indonesia, Soekarno, sudah mengingatkan tentang Islam sontoloyo. Yaitu umat Islam yang salah satu cirinya adalah suka memaksakan kehendak dan tidak mau mengakui keragaman.

"Mereka mengatakan sebagai satu-satunya paham yang benar, sementara yang lain pandangan disebut kafir dan munafik," kata KH Muhammad Nukman Basori saat menyampaikan ceramah dalam ngaji kebabangsaan di Jalan Bina Warga, Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan (Senin, 3/4).

Saat ini, jelas Nukman, kelompok umat Islam yang sontoloyo ini semakin berani dan bahkan terang-terangan menentang apa yang sudah menjadi konstitusi NKRI. Mereka juga sering menggunakan isu-isu SARA untuk memecah belah warga masyarakat dan memecah belah NKRI.

"Cara-cara seperti ancaman tidak akan menyalatkan jenazah yang sejalan dengan paham mereka, dan menolak serta menghadang rombongan yang mau ziarah ke makam pangeran Jayakarta adalah bentuk nyata dari paham Wahabi," tegas Gus Nukman, biasa ia disapa, di hadapan sekitar 100 jamaah pengajian.

Karena itu, Gus Nukman, yang juga Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) mengajak umat Islam mewaspadai gerakan ini. Sebab kini gerakan kelompok ini sudah memakai masjid-masjid sebagai alat untuk memuluskan tujuan mereka dan memprovokasi ummat. Bahkan masjid digunakan untuk mengkafirkan sesama muslim.

"Padahal dalam hadits jelas, bukti itu wajib ada bagi orang yang menuduh org lain, dan sumpah itu juga diperlukan bagi orang yang dituduh dan mengingkari tuduhan yang diarahkan kpdnya. Jadi bila mereka mengatakan kafir kepada org Islam lainnya yang tdk mendukung sesuai pilihannya maka harusnya dibuktikan dulu mana buktinya, tidak asal bicara seenaknya saja," ungkap Gus Nukman.

Ngaji kebangsaan ini terus dilakukan PP Bamusi untuk terus menyebarkan Islam Nusantara yang Berkemajuan untuk Indonesia Raya. Bamusi merupakan organisasi sayap PDI Perjuangan di bawah kepemimpinan Ketua Umum Hamka Haq dan Sekum Nasyril Falah Amru. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA