Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-alfian-1'>AHMAD ALFIAN</a>
LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Kamis, 30 April 2026, 11:06 WIB
Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji
Jemaah haji Indonesia di Arafah, Saudi Arabia. (Foto: Istimewa)
rmol news logo Otoritas Arab Saudi memperluas cakupan perlindungan asuransi kesehatan bagi jemaah haji, terutama untuk mengantisipasi risiko gangguan kesehatan akibat cuaca panas ekstrem selama puncak ibadah.

Kepala Seksi Kesehatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja Makkah, Edi Supriyatna, mengatakan perluasan perlindungan itu berlaku khusus pada 8 hingga 13 Dzulhijjah, bertepatan dengan rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

“Jika jamaah mengalami diagnosa heat cramps, heat exhaustion, atau heat stroke pada masa puncak haji, maka kejadian itu dapat diklaim melalui asuransi,” ujar Edi di Makkah, Kamis, 30 April 2026.

Edi menjelaskan perlindungan tersebut hanya berlaku selama periode puncak haji. Jika gangguan kesehatan serupa terjadi sebelum 8 Dzulhijjah atau setelah 13 Dzulhijjah, maka biaya pengobatan tidak termasuk dalam cakupan klaim asuransi.

Dia menjelaskan, heat cramps merupakan kram otot yang terjadi akibat hilangnya cairan dan elektrolit karena keringat berlebih. Kondisi ini umumnya menyerang otot perut, betis, dan tangan.

Sementara heat exhaustion ditandai dengan kelelahan berat akibat paparan suhu tinggi dan dehidrasi, dengan gejala seperti keringat berlebih, mual, dan denyut jantung yang cepat.

Adapun heat stroke merupakan kondisi paling berbahaya, saat suhu tubuh meningkat drastis hingga sekitar 40 derajat celsius akibat kegagalan tubuh mengatur suhu. Kondisi ini dapat berakibat fatal jika tidak segera mendapat pertolongan.

Edi mengimbau jamaah haji Indonesia, baik yang sudah berada di Madinah maupun yang masih bersiap berangkat dari Tanah Air, untuk menjaga kondisi fisik dan memahami langkah pencegahan terhadap dehidrasi serta paparan panas ekstrem.

“Minum itu wajib, 200 mililiter per jam. Jangan langsung banyak, tapi empat teguk setiap 10 menit. Cara ini membantu mencegah dehidrasi sekaligus tidak membuat terlalu sering ke toilet,” kata Edi. rmol news logo article



EDITOR: AHMAD ALFIAN

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA