Menurut Koordinator Lingkar Madani Indonesia (Lima), Ray Rangkuti, wacana tersebut sangat berlawanan dengan keinginan rakyat. Selain itu, tidak sesuai dengan agenda reformasi yang memperjuangkan pemilu terbuka, jujur dan adil.
Dia mempertanyakan alasan DPR yang ingin mengembalikan proporsional tertutup dari sistem proporsional terbuka yang sudah berjalan selama ini.
Padahal, manfaat dari sistem pemilihan calon legislatif secara terbuka telah dinikmati oleh masyarakat.
"Ketika perjuangan reformasi, masyarakat ingin pemilu dilaksanakan secara terbuka. Tapi kenapa sekarang ingin dilakukan tertutup. Padahal publiknya konsisten ingin terbuka," ungkap Ray saat diskusi bertema "Sistem Buka Tutup Pemilu" di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (18/3).
Alasan DPR mengubah sistem pemilu untuk mengurangi politik uang di tengah masyarakat calon pemilih. Ray menyebut alasan itu mengada-ada.
Menurutnya, justru sistem proporsional tertutup yang didorong DPR semakin meningkatkan politik uang di balik pesta demokrasi.
"Istilahnya, ada setoran ke pusat agar mendapatkan nomor cantik," jelasnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: