Kebun binatang menjadi tempat unjuk rasa karena penegak hukum terkesan cuek. Selain itu, aksi dilakukan di Ragunan karena berdekatan dengan Kantor DPP Partai Gerindra, salah satu partai pengusung Anies-Sandi di Pilkada DKI Jakarta.
"Kami ingin mengadu pada binatang Ragunan karena dosa-dosa Anies-Sandi tak terungkap. Kasus pembakaran hutan di Riau yang melibatkan anak perusahaan Sandiaga Uno secara langsung atau tidak telah merusak lingkungan, termasuk punahnya habitat binatang-binatang di dalam hutan," jelas Koordinator Lapangan KM Cita M. Zoelka menyebut alasan aksi digelar di Kebun Binatang Ragunan, Kamis (16/3).
Tak hanya itu, aksi juga dilakukan di Ragunan agar menarik perhatian publik. Masyarakat perlu diberikan pencerahan agar tahu kasus-kasus hukum yang melibatkan Anies-Sandi.
"Sebagai mahasiswa yang cinta Jakarta, kami mengharap agar pemimpin Jakarta ke depan benar-benar terpilih pemimpin yang bersih, bukan sekedar pura-pura bersih. Pemimpin haruslah sudah terbukti kinerjanya, bukan sekedar janji-janji program yang berpotensi korupsi," ujar Zoelka.
Dalam aksi tersebut, KM Cita membentangkan spanduk bertuliskan dosa-dosa Sandiaga Uno yang sudah terungkap. Seperti bertanggung jawab atas pembakaran lahan dan hutan di Kalimantan dan Sumatera, kasus pertambangan di Banyuwangi dan Jawa Timur. Selanjutnya kasus Depo BBM Pertamina di Balaraja dan dugaan pencucian uang.
"Harapan dan doa kami untuk dapat tuntaskan kasus dan dosa Anies-Sandi yang tak terungkap. Pilih pemimpin yang bisa mencintai lingkungan, bukan merusak dan membakar," tandas Zoelka.
[wah]
BERITA TERKAIT: