Namun begitu, dana tersebut tidak akan lebih dari angka Rp 25 miliar. Ini berbeda dengan paslon Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Syaiful Hidayat yang telah menyiapkan dana Rp 25 miliar untuk kampanye di putaran kedua.
"Saya belum dapat laporan dari bendahara tapi kami pastikan seminimal mungkin karena kami ingin keuangan yang efisien. Jumlah Rp 25 miliar itu banyak sekali lho," kata Sandiaga usai berkunjung ke kantor Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jakarta, Jalan Majapahit, Jakarta Pusat, Rabu (8/3).
Sandiaga Uno mengaku kesulitan ekonomi yang tengah terjadi membuat pengusaha-pengusaha dalam situasi sulit untuk membantunya.
"Kami mengerti jika pengusaha-pengusaha dalam posisi tidak bisa membantu. Kami sedang menantang diri sendiri untuk membuat keuangan efisien karena dana kita terbatas," kata Sandiaga seperti diberitakan
RMOLJakarta.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: