Bahkan, di tahun 2007 keduanya pernah sama-sama berpasangan dalam Pilgub Bangka Belitung (Babel).
Atas kedekatan itu, Eko berkeyakinan bahwa Ahok tidak melakukan penistaan agama seperti yang didakwakan.
"Saya yakin, Pak Ahok ngomong begitu tidak menodai agama. Saya sudah tanya ke tokoh-tokoh agama, termasuk ke Gus Dur, bahwa konteks Surat Al-Maidah bukan memilih pemimpin di pemerintahan, tetapi pilih pemimpin agama," tegasnya dalam persidangan kasus penodaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Selasa (7/3).
Meski mengaku dekat dan beberapa kali melakukan komunikasi dengan Ahok, dirinya sama sekali tak pernah menanyakan mengapa Ahok mengeluarkan pernyataan menhangkut surat Al-Maidah ayat 51.
"Tidak pernah. Karena saya yakin Pak Basuki tidak menista agama," ujarnya.
Diyakininya pernyataan Ahok tersebut keluar karena mantan Bupati Belitung Timur itu adalah tipikal orang yang ceplas-ceplos. Apalagi jika Ahok merasa dirinya benar.
"Saya nggak yakin Pak Basuki melakukan penistaan agama. Pak Basuki orangnya ceplas-ceplos. Agama apapun kalau salah ya disikat saja," jelasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: