Kampanye Akbar 5F

 OLEH: <a href='https://rmol.id/about/zeng-wei-jian-5'>ZENG WEI JIAN</a>
OLEH: ZENG WEI JIAN
  • Minggu, 05 Februari 2017, 13:14 WIB
DI Lapangan Banteng, tanggal 5 Februari 2017, Partai Gerindra dan PKS menggelar Kampanye Akbar 5F.

Rencananya, Posko Bang Edi menurunkan 2.500 orang. Gerinda dan PKS, masing-masing 20 ribu kader. Posko Roemah Joeang optimis sanggup menerjunkan minimal 30 ribuan relawan.

Aliran massa ga putus-putus. Kontigen Roemah Joeang, Koja, Penjaringan, Pademangan, Duren Sawit, Kebon Sirih, Kedoya, Jelambar, Pluit, Kapuk, Cempaka Putih. Puluhan ribu. Ada tim relawan dan tim cyber Anies Sandi (RAS). Lima ribu Laskar Garuda Yaksa. Kader Gerindra, PKS, ibu-ibu berkerudung merah dan cream. Relawan Koperasi Garuda Nusantara (KGN). Tumpah ruah, tertib. Lapangan Banteng jadi hamparan lautan putih. Masif, satu komando, keren.

Kemarin, 4 Februari, Paslon BADJA dan PDIP bikin kampanye akbar. Kedoknya konser "banyak artis". Ahoker Ezki nyatakan 7 juta massa prohok datang ke konser banyak artis. Nyatanya, foto drone membuktikan, tidak lebih dari 5 ribu orang ngumpul di Senayan Ex-Driving Range Golf.

Jelang Sholat Dzuhur, jumlah massa tembus ratusan ribu. Suara pendukung Anies-Sandi langsung berhenti, saat azan berbunyi dari Masjid Istiqlal. Sebagian massa pendukung Paslon 3 masih berada di Masjid Istiqlal.

Pasca Ba'da Dzuhur, jumlah massa Anies-Sandi sudah tembus 20 kali lebih banyak dari kerumunan cair baju kotak-kotak kemarin. Sekalipun, Megawati dan puluhan artis prohok diharap-harap sanggup sedot massa. Tapi gagal. Ironisnya.

Massa masih mengalir. Pelan, tapi deras. Satu mobil komando berpengeras suara just arrived. Tukang mie ayam berteriak "Hidup Anis Sandi".

Sampai hari ini, ada 140 ribu relawan terdaftar dalam data base Posko Roemah Joeang. Mereka datang, mendaftar dengan KTP, tanpa dibayar. Syarat jadi relawan hanya punya nomor HP. Mereka pasti datang di acara siang ini. Mereka datang bersama satu harapan, Jakarta dipimpin gubernur baru. Gubernur yang kompeten, pintar, santun, dekat dengan semua kelompok. Bukan gubernur bejat, tukang ngibul, pencaci-maki, korup, membeli lahan milik sendiri, penista agama dan tukang makan bersama selebriti di Balai Kota.

Mereka merasa semua karakter baik seorang gubernur paten ada di Paslon Anies-Sandi. Mereka yakin menang. [***]

Penulis merupakan aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KOMTAK)


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA