Pasalnya, dalam dukungan itu Tjuandi menyebut bahwa dukungannya kepada pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni merupakan sikap resmi Muhammadiyah.
"Muhammadiyah secara kelembagaan konsisten menjadi organisasi dakwah yang murni dan tidak perlu dijadikan alat berpolitik," ujar Sekretaris RMJ Ela Nofitasari dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Senin (30/1).
Diterangkan mantan Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) itu bahwa Muhammadiyah secara khittoh perjuangan tidak berafiliasi politik.
"Muhammadiyah melarang keras kadernya menyeret institusi Muhammadiyah ke dalam pusaran politik, hal ini dijelaskan dalam tanfidz Muktamar Muhammadiyah. Jadi, Tjuandi jelas menyalahi khittoh perjuangan Muhammadiyah," sambungnya.
Untuk itu, RMJ mendesak agar Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menindak tegas Tjuandi karena telah menyeret institusi Muhammadiyah ke pusaran politik praktis. Menurutnya, tindakan Tjuandi tidak mengajarkan cara berpolitik yang baik kepada warga Muhammadiyah.
"Untuk Tjuandi, sebaiknya segera meminta maaf kepada warga persyarikatan dan menarik pernyataan yang mendukung paslon nomor satu," tuntut Ela.
Tjuandi mewakili PWM Jakarta saat sejumlah kelompok Islam bergabung dalam Forum Komunikasi Lembaga Dakwah (FKLD) untuk menyatakan dukungan kepada Agus-Sylvi di Pilgub DKI 2017 di Kantor DPP Demokrat di Wisma Proklamasi, Sabtu (28/1).
Tjuandi bahkan didaulat sebagai ketua dewan presidium FKLD DKI Jakarta.
Dalam pernyataannya, Tjuandi menyebut bahwa tanda tangan yang dibubuhkannya dalam deklarasi menunjukkan sikap resmi Muhammadiyah pada pemilihan Jakarta.
[ian]
BERITA TERKAIT: