Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara terus mempersiapkan segala hal untuk menyukseskan Pilkada, termasuk gencar menggelar sosialisasi.
Beberapa waktu lalu, KPU Jepara menyelenggarakan sosialisasi dengan segmen pemilih perempuan di Aula Kejaksaan Negeri (Kejari) Jepara, Jawa Tengah. Komisioner KPU Jepara, Anik Solihatun dan Kepala Kejaksanaan Negeri, Yuni Daru Winarsih menjadi pemateri pada acara tersebut.
Acara yang dihadiri oleh perwakilan organisasi perempuan dari berbagai elemen, baik organisasi kemasyarakatan, keagamaan, kepemudaan dan organisasi perempuan dari semua partai politik. Sosialisasi diharapkan dapat meningkatkan partisipasi politik perempuan pada Pilkada Jepara 2017.
Dalam kesempatan itu, Komisioner KPU Japara, Anik Sholihatun mengingatkan bahwa musuh bersama yang harus dihadapi adalah politik uang.
"Saya percaya pada
panjenegan (anda) bahwa politik uang adalah merusak," katanya seperti dikabarkan laman KPU.
Oleh karenanya Ia berharap, pemilih perempuan yang dalam setiap hajat pemilu selalu tercatat partisipasinya tinggi, dapat turut menjaga Pilkada Jepara agar berintegritas tanpa diwarnai politik uang.
"Tidak ada yang bisa menyelamatkan masa depan Jepara ini kecuali kita sendiri," tegas Anik Sholihatun.
Dalam kesempatan itu, disinggung pula hak pilih dan partisipasi perempuan dalam pemilihan umum di Jepara lebih besar dibanding dengan laki-laki. Dari data pada Pilkada Jepara 2012 menunjukkan partisipasi perempuan lebih besar dari laki-laki dengan presentasi 71 persen dibanding 60 persen.
Lebih lanjut, pada Pileg 2014, perempuan di Jepara lebih berpartisipatf dengan 84 persen sementara pemilih laki-laki yang hanya berpartisipatif 74 persen. Sedangkan pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014 tercatat 79 persen perempuan menggunakan hak pilihnya, sementara pemilih laki-laki dengan 67 persen.
Anik menambahkan, pada Pilkada Jepara 2017 menunjukkan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) perempuan lebih banyak dari pada laki-laki. Dari jumlah DPT 858.958 terdiri dari 430.860 pemilih perempuan dan 428.098 pemilih laki-laki.
[rus]
BERITA TERKAIT: