Ketika tokoh tersebut atau elit penentu turun gunung ikut berkampanye, diharapkan dapat mendompleng, dan kandidat tersebut mendapat limpahan elektoral.
Demikian analisi pengamat politik dari UIN Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago menanggapi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang ikut turun gunung bersama Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mengunjungi Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (7/1).
"Dalam setiap kampanye seringkali ketua umum, artis, publik figur turun gunung dalam rangka menyuntikkan elektoral untuk pasangan kandidat," ujar Direktur Eksekutif Voxpol Center ini kepada redaksi sesaat lalu.
Tidak hanya Prabowo, Ketua Umum Partai Demokrat SBY dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri juga dipastikan akan turun dalam kampanye bersama kandidat yang diusung parpol mereka.
"Namun pertanyaan sederhana, seberapa efektif figur sentral menaikkan bobot elektoral sang kandidat, berhasil meningkatkan elektibilitas dan popularitas sang calon?" ujar Pangi.
Menurutnya, ini sangat bergantung dan bertumpu pada kapasitas dan kapabilitas sang calon. Tidak mutlak bertumpu pada "pendompleng".
"Calon sendiri harus bagus popularitas, akseptabilitas dan elektibilitasnya. Figur sentral atau jenderal lapangan turun gunung hanya untuk mendompleng elektibilitas tidak mutlak menentukan, kalau sang kandidat sendiri elektibilitasnya anjlok," tukas Pangi.
[rus]
BERITA TERKAIT: