Trump Berkuasa, Awas Indonesia Kian Terpecah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/aldi-gultom-1'>ALDI GULTOM</a>
LAPORAN: ALDI GULTOM
  • Kamis, 10 November 2016, 19:01 WIB
Trump Berkuasa, Awas Indonesia Kian Terpecah
Donald Trump/net
Kecil Besar
rmol news logo Indonesia mesti tetap waspada dan bersiap menghadapi perubahan kepemimpinan di negara adikuasa Amerika Serikat setelah Donald Trump memenangkan pemilihan presiden.
HUT RMOL news

"Donald Trump diyakini adalah seorang rasis dan Islamofobia, terlebih sangat dekat dengan Israel," kata tokoh politik senior, Rachmawati Soekarnoputri, Kamis (10/11).

Mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini ingatkan bahwa Indonesia sejak zaman Orde Baru telah menjadi subordinat dari AS.

Invasi kepentingan kapitalis Barat yang diwakili AS ditandai dengan operasional PT Freeport Indonesia. Semua terjadi setelah Soekarno dijatuhkan lewat peristiwa "Gestok 65" yang merupakan skenario Neo Kolonialisme Imperalisme.

Kini, setelah kemenangan Trump, pemerintah dan rakyat Indonesia mesti melawan lebih keras tiap upaya merusak kebhinekaan bangsa lewat cara-cara "adu domba".

"Indonesia sebagai negara mayoritas Muslim dan Bhinneka Tunggal Ika dihadapkan dengan conditio sine quanon. Mau tidak mau harus berdiri diametral dengan kekuatan nekolim yang akan mendeligitimasi Islam dan kebhinnekaan dengan pola devide et impera," ujarnya. [ald]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA