Tiga Indeks Wall Street Tergelincir

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Kamis, 10 September 2026, 08:00 WIB
Tiga Indeks Wall Street Tergelincir
Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)
Kecil Besar
rmol news logo Ketidakpastian kembali menekan Wall Street setelah harga minyak menembus 100 Dolar AS per barel, sementara kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat membuat investor semakin berhati-hati menjelang rilis data inflasi.

Saham-saham AS ditutup melemah pada perdagangan Rabu, 9 September 2026, waktu setempat. S&P 500 turun 0,48 persen menjadi 7.636,46, Nasdaq Composite terkoreksi 0,64 persen ke 26.253,34, sedangkan Dow Jones Industrial Average turun 0,77 persen menjadi 52.381,02.

Tekanan terutama datang dari lonjakan harga minyak mentah Brent yang menembus 100 Dolar AS per barel. Kekhawatiran terhadap pasokan minyak global serta meningkatnya ketegangan di Timur Tengah memicu kekhawatiran baru mengenai inflasi. 

Kondisi ini menjadi perhatian pasar saham karena harga energi yang tinggi dapat meningkatkan biaya bagi perusahaan sekaligus mempersempit ruang bagi Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga.

Di tengah pelemahan mayoritas sektor, indeks sektor energi S&P 500 justru naik 1,1 persen seiring penguatan harga minyak. Sementara itu, saham Apple turun 0,3 persen setelah perusahaan menggelar peluncuran smartphone pertamanya di bawah CEO baru John Ternus.

Kenaikan imbal hasil Treasury AS turut membebani sentimen pasar. Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun mencapai level tertinggi sejak November 2023. Imbal hasil yang lebih tinggi membuat aset saham relatif kurang menarik dibandingkan obligasi yang menawarkan tingkat pengembalian lebih tinggi dengan risiko yang lebih rendah.

Sejumlah saham teknologi bergerak beragam. Meta melonjak lebih dari 6 persen setelah memperkenalkan asisten kecerdasan buatan yang dapat menjalankan sejumlah tugas secara mandiri. Sebaliknya, Alphabet merosot 2,3 persen setelah induk Google mengumumkan investasi sedikitnya 15,1 miliar Dolar AS untuk infrastruktur AI di Finlandia dalam dua tahun ke depan.

Di sektor semikonduktor, Philadelphia Semiconductor Index naik 0,37 persen, dengan AMD menguat 3 persen. Namun, tekanan tetap terlihat luas di pasar. Jumlah saham yang turun di S&P 500 mencapai lebih dari empat kali lipat dibandingkan saham yang menguat.

Investor kini mengalihkan perhatian ke data inflasi AS. Data harga produsen akan dirilis Kamis, disusul indeks harga konsumen pada Jumat. Kedua data tersebut akan menjadi petunjuk penting mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve dalam pertemuan pekan depan.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA