Melalui unggahan di media sosial Truth Social, Trump mengatakan kesepakatan tersebut sebagai “kesepakatan minyak terbesar dalam sejarah dunia”. Ia juga menegaskan bahwa kesepakatan itu tidak akan membebani keuangan pemerintah AS.
“Kesepakatan ini tidak membebani apa pun bagi para pembayar pajak AS,” tulis Trump, dikutip Sabtu, 29 Agustus 2026.
Menurut Trump, kesepakatan tersebut bahkan akan menggandakan cadangan minyak AS. Ia mengatakan pejabat AS telah berkoordinasi dengan pemerintahan Venezuela dan memanfaatkan kemitraan dengan sejumlah perusahaan swasta yang tidak disebutkan namanya untuk mengamankan kesepakatan tersebut.
“Transaksi ini akan sangat memperkuat hubungan yang sudah berkembang antara Venezuela dan Amerika Serikat,” tulis Trump.
Kesepakatan itu muncul setelah AS melancarkan serangan ke Venezuela pada Januari lalu. Dalam serangan tersebut, Presiden Venezuela saat itu, Nicolás Maduro, dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap.
Trump juga mengatakan tambahan pasokan minyak dari Venezuela nantinya dapat membantu menekan harga bensin di AS. Pernyataan itu muncul ketika harga energi menjadi salah satu beban utama konsumen AS menjelang pemilu paruh waktu.
BERITA TERKAIT: