Indeks acuan Australia S&P/ASX 200 memimpin penurunan di kawasan dengan melemah 1,36 persen. Saham tambang raksasa Rio Tinto turun 2,93 persen, sementara BHP Group terkoreksi 2,52 persen.
Di Jepang, Nikkei 225 turun 0,62 persen, sedangkan indeks Topix melemah 0,56 persen.
Tekanan juga terlihat di Korea Selatan, dengan Kospi turun 0,24 persen dan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq merosot 0,83 persen.
Pelemahan bursa Asia terjadi setelah Wall Street berakhir di zona merah. Investor kembali mencermati kenaikan harga minyak yang berpotensi menambah tekanan terhadap inflasi dan perekonomian global.
Sentimen pasar masih dibayangi konflik Timur Tengah yang berkepanjangan. Kenaikan harga energi membuat pelaku pasar meningkatkan kewaspadaan terhadap prospek ekonomi dan arah kebijakan suku bunga.
BERITA TERKAIT: