Namun ia berpesan agar demonstran tetap menjaga suasana kesejukan Jakarta dengan tidak berbuat anarkis selama menggelar unjuk rasa.
"Sampaikan pendapat-pendapat itu dengan baik. Tapi betul-betul hindarilah cara-cara yang tidak baik. Jangan sampai anarkis," ujar Djarot di Kantor DPP PDIP Jalan Diponegoro 58, Jakarta Pusat, Senin (31/10).
Ia mengingatkan, jangan sampai bawa isu identitas berbasis suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) dalam demonstrasi nanti. Menurutnya, semua perbedaan menyangkut SARA di Indonesia sudah selesai sejak deklarasi Sumpah Pemuda dan berpegang pada Pancasila.
"Kita ini satu bangsa
loh, satu tanah air, satu bahasa persatuan. Ingat Sumpah Pemuda dan ingat kita ini adalah bangsa Indonesia, dan Pancasila untuk kita sudah final, kita negara yang Bhinneka Tunggal Ika, plural," imbau cawagub DKI Jakarta nomor urut dua itu.
Djarot juga mendesak kepada demonstran untuk tidak merusak sarana dan prasarana yang ada. Djarot juga mengatakan bahwa aksi anarkis kemungkinan tidak ada mengingat potensi-potensi itu sudah diantisipasi dini.
"Kalau mau berekspresi silakan, saya yakin sudah diantisipasi oleh teman-teman kita di TNI, Polri, dan alim ulama. Jadi itu imbauannya, hanya seperti itu," pungkasnya
.[wid]
BERITA TERKAIT: