"Bagi saya pribadi demokrasi itu perlu logika sehat. Kita perlu paham, bicara pertarungan politik itu tidak ada unsur 'membunuh' secara verbal atau opini publik," kata Peneliti Pusat Penelitian Politik LIPI Adriana Elizabeth dalam diskusi bertajuk 'Jakarta, Etalase Demokrasi Tanpa SARA (?)' di Ruang Seminar Besar lantai 11, Puslit Politik, Gedung Widyagraha LIPI, Jalan Gatot Soebroto Kav. 10, Jakarta, Kamis (27/10).
Adriana menegaskan bahwa demokrasi yang baik memerlukan pertarungan ide atau gagasan yang terukur. Ini mengingat bahwa demokrasi yang matang harus dapat membangun logika bagi para pemilihnya.
"Demokrasi berlogika ini juga perlu menunjukkan kemapanan diri untuk tidak jadi trouble maker bagi peserta demokrasi yang lain," sambungnya.
Adriana menyebut bahwa partai politik (Parpol) sebagai pilar demokrasi mempunyai peran penting dalam hal ini.‎ Parpol harus memberikan pendidikan bagi para kader agar bisa mewujudkan demokrasi yang sehat.
"Tapi mohon maaf saya tidak lihat parpol yang mampu melakukan hal itu. Jadi sekarang ini demokrasi seperti ini ya kesalahan parpol," tambahnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: