Masalah Kemacetan Jakarta Lebih Penting Dibahas Daripada Isu SARA

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Kamis, 27 Oktober 2016, 17:27 WIB
Masalah Kemacetan Jakarta Lebih Penting Dibahas Daripada Isu SARA
Ilustrasi/Net
rmol news logo Pengamat politik dari Interseksi Foundation Hikmat Budiman menegaskan bahwa ada pergeseran isu politik ‎dalam Pilgub DKI 2017. Dari yang seharusnya membahas isu-isu fundamental permasalahan ibukota menjadi isu-isu yang berbau suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).

"Ini sudah bergeser dari soal kemacetan dan penggusuran ke diskusi soal kitab suci," ujarnya dalam diskusi bertajuk 'Jakarta, Etalase Demokrasi Tanpa SARA (?)' di Ruang Seminar Besar lantai 11, Puslit Politik, Gedung Widyagraha LIPI, Jalan Gatot Soebroto Kav. 10, Jakarta, Kamis (27/10).

Hikmat mengaku tidak mempermasalahkan jika ada orang yang memanfaatkan simpati keagamaan sebagai referensi ‎dalam memilih di kompetisi elektoral. Menurutnya, hal itu juga lazim dilakukan oleh masyarakan di seluruh dunia.

Namun jika menilik kasus di Pilgub DKI Jakarta, ‎Hikmat berpendapat bahwa isu seputar kemacetan lebih penting dibahas ketimbang persaingan yang berbau SARA.

‎"Kalau kita kembali ke Jakarta, yang lebih menghantui hidup kita itu macet atau persaingan antar agama? Ingat, kita bangun pagi sudah disajikan macet," pungkasnya. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA