Politik SARA Muncul Karena Kemerosotan Ideologi Parpol

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Kamis, 27 Oktober 2016, 14:59 WIB
Politik SARA Muncul Karena Kemerosotan Ideologi Parpol
Bonar Tigor Naipospos/Net
rmol news logo . Munculnya isu berbau suka, agama, ras dan antar golongan (SARA) di Pilkada DKI Jakarta 2017 tidak terlepas dari merosotnya ideologi partai politik yang ada di Indonesia.

Begitu kata ‎Wakil Ketua Setara Institute, Bonar Tigor Naipospos dalam diskusi bertajuk 'Jakarta, Etalase Demokrasi Tanpa SARA (?)' di Ruang Seminar Besar, Lantai 11, Puslit Politik, Gedung Widyagraha LIPI, Jalan Gatot Soebroto Kav. 10, Jakarta, Kamis (27/10).

"Problem ini (SARA) karena menghilangnya atau merosotnya ideologi partai politik kita," ujar pria yang akrab disapa Choky ini.

Kemerosotan ideologi partai, lanjut Choky, mulai terjadi di Indonesia sejak masa orde baru (Orba). Saat itu semua gagasan dan ideologi partai ditekan sehingga partai tidak bisa berwacana mengenai bagaimana membangun Indonesia ke depan.

"Sejak Orba, semua bersaing bukan dalam ranah ideologi, juga bukan dalam gagasan.‎ Apa gagasan Indonesia ke depan partai politik? Kita tidak pernah tahu, kecuali hanya retorika belaka," pungkasnya. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA