"Program amnesti pajak Indonesia berhasil menarik sekitar 10,5 miliar dolar AS repatriasi aset yang dapat digunakan untuk membantu pemerintah menutup defisit fiskal dan mendorong pertumbuhan PDB," kata Research Analyst FXTM, Lukman Otunuga, dalam keterangan beberapa saat lalu (Selasa, 11/10).
Menurut Lukman, rupiah menguat terhadap dolar AS pada hari Senin mendekati level 12907. Salah satu alasannya adalah karena optimisme pasca penampilan Hillary Clinton yang stabil dalam debat pilpres putaran kedua meningkatkan selera akan aset pasar berkembang.
"Walaupun Asian Development Bank (ADB) baru-baru ini memangkas proyeksi pertumbuhan Indonesia untuk tahun 2016 dan 2017, prospek negara ini secara umum masih tetap optimis apabila program amnesti pajak berhasil," jelasnya.
Menurut dia, perhatian investor akan tertuju pada laporan penjualan ritel Indonesia yang akan dirilis hari Selasa dan mungkin menjelaskan tentang level belanja konsumen saat ini menjelang kuartal ke-4.
"Apabila data ritel bulan Agustus menggembirakan, pertumbuhan PDB dapat terbantu dan Rupiah serta IHSG berpotensi menguat," demikian Lukman.
[ysa]
BERITA TERKAIT: