Penyerahan buku jadi sorotan utama dalam agenda yang mempertemukan kekuatan diplomasi internasional dan gerakan dakwah komunitas tersebut.
Buku-buku tersebut diserahkan secara khusus kepada KH. Prof. Dr. Husnan Bey Fananie selaku Duta Besar Indonesia untuk Azerbaijan periode 2016-2019 sekaligus cucu dari pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor, KH. R. Zainuddin Fananie.
Tak hanya itu, koleksi buku ini juga diterima langsung oleh Duta Besar Republik Azerbaijan untuk Indonesia, H.E. Ramil Rzayev.
"Literasi adalah fondasi utama bagi pemuda dalam membangun Values-Based Smart Power. Empat buku yang diserahkan merupakan panduan komprehensif untuk menjawab tantangan dakwah di era disrupsi digital dan manajemen organisasi modern," kata Beni.
Sekilas 4 Buku Serial Dakwah Karya Beni Pramula, pertama Manajemen Krisis, Inovasi Digital, dan Etika Profesional untuk Dakwah yang Berkelanjutan: Mengkaji strategi mitigasi krisis dan pemanfaatan teknologi digital dengan tetap mengedepankan integritas etika dalam syiar agama.
Kedua, Dakwah dalam Perspektif Administrasi Publik dan Pengembangan SDM: Menawarkan analisis mendalam mengenai pentingnya tata kelola administrasi yang tertib dan pemetaan kompetensi sumber daya manusia dalam ekosistem dakwah.
Ketiga, Manajemen Strategis Dakwah: Pengembangan SDM, Keuangan, dan Tata Kelola Organisasi: Membedah mekanisme profesionalisme organisasi keagamaan melalui transparansi keuangan dan penguatan tata kelola institusional.
Terakhir, Transformasi Komunikasi Dakwah Siber: Analisis Strategi, Interaksi, serta Efektivitas Pesan pada Platform Media Sosial: Memberikan panduan taktis bagi pendakwah muda untuk mengoptimalkan media sosial sebagai ruang interaksi positif dan edukatif.
"Saya berharap pemuda Muslim dapat lebih siap dalam memimpin peradaban melalui gagasan-gagasan yang inovatif, profesional, dan berakar pada nilai-nilai keislaman yang luhur," pungkas Beni.
BERITA TERKAIT: