Rapimnas ini dihadiri oleh Ketua PB IKA PMII, Fathan Subchi, Sekretaris Jenderal, Nur Purnamasidi dan Bendahara Umum Arif Rahman hingga para tokoh-tokoh alumni PMII.
Selain itu, Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, Ketua KPU RI Moch. Afifuddin, dan Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda juga turut hadir.
"Ini rapat pertama di kepengurusan, fokus kami di tahun pertama konsolidasi. Kita sudah penataan dan melantik 16-17 Pengurus Wilayah (PW), ini semangatnya luar biasa terutama di Indonesia Timur," ujar Fathan.
Selanjutnya, kata Fathan, pada tahun kedua fokus pada transformasi terhadap gerakan yang akan mendorong kontribusi terhadap bangsa dan masyarakat.
"Jadi setelah kita memperkuat alumni, kontribusi terhadap global. Bagaimana ekonomi kita, pangan kita. Tentu, pak Wamenkeu akan memberikan insight terhadap situasi di tengah gejolak perang Iran dan Amerika-Israel saat ini," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Steering Committee (SC), Zainul Munasichin menegaskan bahwa organisasi alumni PMII ingin mengambil peran dalam memperkuat perekonomian nasional melalui kolaborasi dengan pemerintah.
Selain isu nasional, pihaknya juga membahas dampak konflik geopolitik global terhadap ekonomi nasional.
"Dinamika politik internasional hari ini sangat penuh tantangan. Penyerangan Israel-Amerika Serikat ke Iran itu tentu akan menimbulkan dampak ekonomi bagi masyarakat Indonesia," kata Zainul.
Untuk itu, IKA-PMII menghadirkan Kementerian Keuangan untuk menjelaskan kondisi ekonomi nasional sekaligus langkah mitigasi pemerintah.
"Kita ingin tahu seberapa jauh mitigasi yang sudah dilakukan pemerintah terhadap potensi dampak ekonomi dari situasi perang di Timur Tengah ini," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: