Kepastian adanya sanksi teÂgas tersebut diungkapkan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Agus Hermanto keÂpada wartawan di gedung DPR, kemarin. Menurutnya, sikap Ruhut yang membelot dan melaÂwan kebijakan partai pasti ada konsekuensinya. Politisi yang melakoni 'si poltak' itu akan diganjar sanksi.
Bahkan, Komisi Pengawasan (Komwas) Partai Demokrat saat ini tengah bekerja mempertimÂbangkan sanksi yang cocok untuk Ruhut. "Saat ini sidang masih diproses terus dan Pak Ruhut insya Allah dalam waktu tidak lama lagi pasti ada sanksi-sanksi yang disampaikan oleh Komwas," kata Agus.
Agus menyebut keputusan yang diambil Komisi Pengawasan Demokrat akan disampaiÂkan kepada Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Sekjen Hinca Pandjaitan untuk diumumkan.
Agus menegaskan, rencana pengunduran diri Ruhut dari jabatan Koordinator Polhukam DPP Partai Demokrat adalah keinginannya sendiri dan tidak ada hubungannya dengan sanksi yang akan diberikan.
"Tentunya seluruh pelangÂgaran dalam tanda kutip peÂlanggaran dari partai politik, tentunya pasti ada sanksinya yang kita ketahui bahwa saya mendengar dari media Bang Ruhut mengundurkan diri dari jabatan koordinator Polhukam itu adalah keinginan Bang Ruhut sendiri tidak ada hubungannya dengan sanksi yang diproses sekarang ini," katanya.
Ruhut mengaku dipercaya masuk dalam tim sukses peÂmenangan Ahok. Bahkan, ia didapuk sebagai juru bicara. Karenanya, Ruhut akan konsisÂten dan bekerja keras untuk meÂmenangkan calon inkumben.
Ruhut juga rela melepaskan jabatannya di partai, bahkan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) jika diperlukan. "Kalau nanti masih kurang, akhir reses (DPR) ini aku mundur dari DPR. Mantap enggak?" ujar pria yang kerap disapa Poltak itu.
Hal tersebut akan dilakukan Ruhut untuk membuktikan kepada semua orang bahwa dirinya total dalam mendukung Ahok sebagai cagub DKI. Meski begitu, ia menegaskan tak akan mundur dari Partai Demokrat.
"Aku hanya mau buktikan sama semua orang di dunia ini, jabatan bukan segalanya bagi Ruhut. Orang boleh ngotot mau jadi anggota DPR, jabatan aku tiga tahun lagi aku tinggalkan untuk memenangkan Ahok," tuturnya. ***
BERITA TERKAIT: