Dalam pidatonya di Detroit Economic Club pada Selasa, 13 Januari 2026, yang juga diunggah di platform Truth Social, Trump secara terbuka menyemangati para demonstran.
“Semua patriot Iran, teruslah berdemonstrasi. Ambil alih lembaga-lembaga Anda jika memungkinkan,” ujar Trump, dikutip dari
Reuters, Rabu 14 Januari 2026.
Ia juga meminta para pengunjuk rasa mencatat nama “para pembunuh dan pelaku kekerasan” yang, menurutnya, akan “membayar harga yang sangat mahal”. Media-media Barat melaporkan korban tewas dalam protes telah menembus lebih dari 2.000 orang.
“Pembunuhan itu tampaknya signifikan, tetapi kita belum tahu pasti,” ujar Trump kepada wartawan, sambil menekankan bahwa respons AS akan bergantung pada data yang telah diverifikasi.
Ketika ditanya soal maksud pernyataannya bahwa “bantuan sedang dalam perjalanan”, Trump memberikan jawaban yang luas dalam wawancara dengan CBS News. Ia menyebut bantuan itu bisa berbentuk tekanan ekonomi, termasuk tarif baru terhadap negara mana pun yang masih berbisnis dengan Iran.
Trump juga tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer. Ia menyinggung tindakan AS di masa lalu, termasuk operasi di Venezuela serta pembunuhan pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi dan Jenderal Iran Qasem Soleimani.
“Tujuan akhirnya adalah menang. Saya suka menang,” katanya.
BERITA TERKAIT: