Dikomandoi Wonder Nainggolan sebagai Ketua dan Turedo Sitindaon sebagai Sekjen, pengurus baru ini diharapkan dapat segera bekerja efektif untuk melakukan kerja-kerja organisasi dan pembelaan terhadap ketertindasan kaum marhaen di tengah derasnya arus liberalisasi dan masuknya modal asing.
Agar pengurus baru ini dapat segera bekerja efektif, Turedo Sitindaon, Sekjen GMNI yang baru meminta kepada Presidium GMNI hasil Kongres Sikka, NTT segera membubarkan diri. Dia juga memberi ultimatum kepada Chrisman Damanik dkk untuk segera meninggalkan kantor GMNI di Jakarta yang hari ini masih mereka pakai untuk beraktivitas.
"Yang tak kalah penting, Pengurus Presidium yang dipimpin oleh Chrisman Damanik jangan lagi menggunakan dan mengaku sebagai pengurus Presidium GMNI. Karena hasil Kongres Luar Biasa GMNI di Medan, secara langsung sudah mendelegitimasi dan membatalkan secara keseluruhan hasil Kongres Sikka, termasuk Pengurus Presidiumnya," ujar Turedo kepada redaksi.
Turedo yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua KNPI Sumatera Utara ini menambahkan, jika tidak ada respon yang cepat dan positif dari Chrisman Damanik dkk, pihaknya bersiap untuk mengambil alih kantor tersebut.
Turedo juga mengimbau seluruh alumni GMNI, supaya jangan terpancing dengan isu-isu liar dan bersifat tendensius, yang dituduhkan kepada pengurus GMNI KLB Medan. Dia berharap KLB GMNI di Medan juga bisa disikapi dengan dewasa dan bijaksana oleh seluruh alumni.
"Anggaplah persoalan ini sebagai dinamika internal organisasi GMNI yang biasa saja, karena tujuan kami yang paling fundamental adalah untuk memperbaiki organisasi dan mengembalikan organisasi GMNI ke jalur yang sebenarnya," ungkap Turedo yang juga mantan Ketua Korda GMNI Sumut ini.
[dem]
BERITA TERKAIT: