Sekjen GMNI: Kawal Nawacita dan Implementasikan Trisakti Bung Karno

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Senin, 19 September 2016, 18:13 WIB
rmol news logo Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menyatakan akan mengawal Nawacita yang merupakan program dari pemerintah pusat. Penegasan demikian disampaikan Sekjen GMNI terpilih pada KLB Medan, Turedo Sitindaon.

"Karena Nawacita merupakan penjabaran dan implementasi dari Trisakti Bung Karno," ujar bekas Ketua Korda GMNI Sumatera Utara dan Ketua Forum Mahasiswa Jokowi For President Sumut ini kepada redaksi.

Dalam KLB yang digelar di Hotel Candi Medan, Sumatera Barat, Turedo terpilih menjadi Sekjen mendampingi Ketua Presidium Wonder Nainggolan dari cabang Jakarta. KLB berlangsung sejak tanggal 13-15 September 2016 dan dihadiri 69 Perwakilan DPC GMNI seluruh Indonesia.

Dikatakannya, KLB GMNI di Medan ini dilaksanakan sebagai bentuk evaluasi komprehensif terhadap situasi didalam tubuh GMNI selama ini.

"Di mana kami menganggap Presidium GMNI hasil Kongres Sikka sudah gagal dalam menjalankan roda organisasi. Banyak persoalan internal organisasi yang tidak mampu diselesaikan, misalnya konflik yang terjadi di level Korda dan DPC GMNI diseluruh Indonesia, sehingga tidak terjadi konsolidasi organisasi yang baik," terangnya.

Turedo juga menyoroti beberapa hal penyebab sehingga KLB di Medan ini digelar seperti ketidakmampuan Presidium hasil Kongres Sikka melaksanakan program kaderisasi dalam rangka penguatan kader dan basis yang berujung pada penguatan organisasi, serta ketidakmampuan Presidium dalam membumikan marhaenisme dan memperjuangkan isu-isu yang berkaitan dengan kaum marhaen.

"Sehingga kaum marhaen masih terjebak dalam situasi yang tidak bergerak maju" ujarnya.

Oleh karena itu Turedo menegaskan, KLB GMNI di Medan ini dilakukan semata-mata dalam rangka penyelamatan organisasi dari kehancuran yang sudah di depan mata, akibat Presidium GMNI hasil Kongres Sika telah gagal dan kehilangan watak progresif-revolusionernya, sehingga layak untuk diganti.

Karena KLB GMNI di Medan ini telah mendelegitimasi hasil Kongres GMNI di Sikka, dan KLB ini telah memilih pengurus baru, dia mengultimatum pengurus lama untuk meninggalkan kantor.

"Kami meminta supaya Presidium hasil Kongres Sikka segera meninggalkan Kantor Sekretariat GMNI di Jakarta," ujar alumni FH USU ini.

Selain itu Turedo juga mengklarifikasi beberapa hal di antaranya bahwa hasil KLB GMNI di Medan tidak pernah menyepakati adanya perubahan logo dan nama organisasi. Jadi logo yang dipakai tetap Banteng dan bukan Gajah, serta nama organisasi tetap Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

Turedo memastikan, seluruh pengurus Presidum GMNI hasil KLB Medan ini akan fokus memperbaiki organisasi dan memperjuangkan terciptanya implementasi Trisakti Bung Karno di Indonesia sehingga bangsa ini dan kaum marhaen akan semakin maju.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA