‎

. Hubungan RI-Norwegia dalam beberapa tahun terakhir ini semakin meningkat dan menguat. Hal ini ditandai dengan saling kunjung dan pertemuan-pertemuan antara kepala pemerintahan, menteri-menteri, pejabat-pejabat tinggi politik, pejabat-pejabat teknis maupun perusahaan-perusahaan negara dan swasta baik dari pusat maupun daerah.
Demikian disampaikan Duta Besar RI untuk Norwegia, Yuwono A Putranto. Pernyataan Yuwono ini terkait dengan kunjungan muhibah DPR yang dipimpin Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, pada tanggal 5-9 September. Turut bersama Fadli Zon, ‎Tuti Roosdiono dari Fraksi PDI Perjuangan, Darizal Basir dari Fraksi Demokrat, dan Mukhtar Tompo dari Fraksi Hanura. Turut mendampingi dalam muhibah ini Duta Besar RI untuk Norwegia Yuwono A Putranto.‎
Selama berada di Norwegia, delegasi DPR RI memiliki jadwal padat sejak ketibaan di Oslo dan telah melakukan berbagai pertemuan maraton dengan berbagai pejabat tinggi Norwegia yaitu Ingjerd Schou, Vice President of the Storting (Parlemen); Roy Angelvik, State Secretary Ministry of Trade, Industry and Fisheries; Ingvil Smines Tybring-Gjedde, State Secretary Ministry of Petroleum and Energy; Tone Skogen, State Secretary Ministry of Foreign Affairs; Terje Halleland, State Secretary Ministry of Agriculture and Food; PÃ¥l Haremo, Vice President Exploration Statoil ASA dan Kyrre Lohne, Vice President Strategic Communication Kongsberg Defence and Aerospace bersama pejabat-pejabat senior lainnya dari institusi-institusi di Norwegia termaksud.
‎Knjungan delegasi DPR RI ini menghasilkan berbagai komitmen kuat oleh berbagai pihak di Norwegia untuk meningkatkan hubungan RI-Norwegia. Keinginan untuk terus meningkatkan kerja sama antara RI dan Norwegia, tidak hanya antar pemerintah namun juga antar Parlemen ditekankan oleh Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, dalam pertemuan dengan Wakil Ketua Parlemen Norwegia, Ingjerd Schou dan Wakil Menteri Luar Negeri Norwegia, Tone Skogen. ‎
‎Menurut Yuwono, hubungn riil dan kerja sama antara Indonesia dan Norwegia sangat baik dan terus menguat ini telah diwadahi dalam Komisi Bersama Tingkat Menteri Luar Negeri kedua negara, yang telah berjalan sejak tahun 2015 baik di bidang HAM, pertahanan, maritim dan perikanan, energi, perdagangan, kehutanan dan lingkungan khususnya dalam skema REDD+ dimana Norwegia memberikan dana sebesar 1 miliar dolar AS. Kerjasama yang kuat kedua negara ini juga dilakukan di tataran regional ASEAN dan tataran internasional PBB.
‎"Untuk memperkuat hubungan antar Parlemen kedua negara, Indonesia dan Norwegia dapat membentuk kaukus semacam friendship group di masing-masing Parlemen. Dengan demikian, kunjungan DPR RI kali ini semakin memperkokoh dan melengkapi hubungan riil RI-Norwegia," demikian Yuwono.
[ysa]‎
‎
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: