‎"Wacana
full day school merupakan perspektif yang perlu dipandang dari sisi substansial. Sebab siswa dan generasi muda kita memerlukan wadah dan sarana untuk mengembangkan diri secara utuh," kata Wakil Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univeristas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) Desvian Bandarsyah dalam keterangan yang diterima redaksi, Selasa (6/9).
Pentingnya
full day school diterapkan karena permasalahan lingkungan sosial di mana anak didik berada telah mengalami perubahan dan proses degradasi yang tajam. Baik itu perubahan secara moral maupun sosial. Karenanya, sekolah berfungsi menjadi semacam substitusi dari lingkungan sosial dalam mengagregasikan siswa secara psikologis dan sosiologis.
Apabila gagasan tentang full day school diinjeksikan dalam kerangka pemikiran semacam itu, maka ide ini akan menutup "lubang" yang ditinggalkan oleh lingkungan sosial.
"Keberadaan siswa dalam waktu yang panjang memberikan ruang luas bagi mereka untuk menjalani kehidupan dengan membentuk karakter diri yang utuh," sebutnya.
Namun demikian, ide full day school perlu ditopang oleh model pendekatan pendidikan yang berjalan atas prinsip berkemajuan dan menggembirakan.
Nah, Muhammadiyah sebenarnya menawarkan gagasan tersebut untuk menjawab praktek penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran yang selama ini cenderung kaku, mengkungkung dan mekanistik.
Disebutkannya, pendidikan yang progresif atau berkemajuan dan menggembirakan diyakini dapat menyelami karakter peserta didik secara lebih mendalam dan menyeluruh.
"Siswa atau anak didik mesti didorong mempelajari proses kehidupan melalui pendidikan yang berkemajuan dan menggembirakan,"‎ pungkasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: