Sebab, bagi para pengurus dan peneliti CIDES, sosok Adi Sasono tidak hanya berjasa sebagai Menteri Koperasi dan UKM era Presiden Habibie, melainkan juga telah berhasil meletakkan pondasi keilmuan sehingga banyak lahir intelektual muda dari CIDES sejak didirikan pada tahun 1993 silam.
"Almarhum Adi Sasono sangat berjasa bagi bangsa ini. Ia adalah sosok yang hebat dan mampu meregenerasikan kehebatannya kepada anak muda saat ini dengan adanya CIDES. Maka, sosoknya layak untuk dipertimbangkan sebagai Guru Bangsa," kata Direktur Eksekutif CIDES, Rudi Wahyono, dalam keterangan beberapa saat lalu (Minggu, 14 /8).
Salah satu bukti adanya regenerasi intelektual CIDES tersebut, tambah Rudi, adalah telah tersebarnya jaringan CIDES di beberapa kampus, seperti UGM, UNJ, Unpad, Universitas Brawijaya, dan sebagainya. Kini para jaringan intelektual muda CIDES tersebut terus aktif berkarya, baik dari sisi riset maupun pembangunan jaringan.
"CIDES menyadari bahwa regenerasi intelektual muda tersebut harus tetap dibangun mulai dari kampus-kampus terbaik di negeri ini. Oleh karena itu, kami terus berupaya agar penguatan keilmuan juga harus linier dengan regenerasi para intelektual itu sendiri," tambah alumnus Master Ekonomi Lingkungan dari Universitas di Taiwan ini.
[ysa]
BERITA TERKAIT: