Hadir dalam Musda itu Ketua Badan Pembinaan Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi (BPOKK) DPP Partai Demokrat, Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo, dan Ketua Komisi Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono.
Proses pemilihan Soekarwo terbilang sangat cepat. Tertutup, tidak banyak pembahasan, dan interupsi. Tahu-tahu, dia terpilih kembali.
Sejak awal, Soekarwo memang tampak bakal kembali menduduki kursi pimpinan Demokrat Jatim. Pendaftaran calon ketua yang dibuka sejak dua hari lalu sepi peminat. Hingga menjelang pelaksanaan rapat paripurna, belum ada satu pun calon yang mendaftar selain Soekarwo.
Pendaftaran calon akhirnya ditutup sekitar pukul 12.00. Soekarwo akhirnya benar-benar tidak memiliki pesaing, baik dari kalangan DPD maupun DPC. Rapat paripurna dimulai sekitar pukul 13.00 dan selesai pukul 15.00 lebih sedikit. Soekarwo kemudian dikukuhkan sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jatim melalui mekanisme musyawarah mufakat.
Selain hanya memunculkan satu calon, Musda tersebut berlangsung cepat karena hanya mengagendakan pemilihan ketua DPD. Lumrahnya, Musda mengagendakan pemilihan ketua dan sekretaris sekaligus. Demokrat memang mengubah sistem pelaksanaan Musda karena tidak ingin bernasib sama dengan partai-partai lain yang terbelit dualisme kepemimpinan.
''Sekarang sistemnya beda. Musda memang hanya memilih ketua,'' ujar Pramono seperti dilansir dari
JPNN, Minggu (29/5).
Dalam pidato kemenangannya, Soekarwo mengungkapkan rasa syukur telah dipercaya kembali untuk memegang amanah membesarkan partai. Menurut dia, hasil Musda adalah takdir yang dibebankan kepadanya untuk melaksanakan misi partai. Yakni, menolong rakyat Jatim mengangkat harkat dan martabat mereka.
''Ini beban, tanggung jawab, serta pengabdian saya kepada partai,'' ujar dia.
[rus]
BERITA TERKAIT: