KPU: Scan Formulir C1 Sejarah Pemilu Dunia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Kamis, 26 Mei 2016, 08:15 WIB
KPU: Scan Formulir C1 Sejarah Pemilu Dunia
Sigit Pamungkas/net
rmol news logo . Sistem e-voting dalam pemilu yang sempat tenar dalam enam tahun terakhir kini mulai ditingggalkan karena rawan dari segi keamanan dan supervisi.

Demikian diungkapkan Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Sigit Pamungkas saat menerima kunjungan mahasiswa dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Jakarta di Gedung KPU, Jakarta, Rabu (25/5).

Jelas Sigit, meski KPU belum menerapkan sistem e-voting, tapi keterbukaan KPU dalam menyajikan hasil scan formulir C1 dalam pemilihan mendapatkan perhatian dunia, karena sistem itu belum pernah diterapkan sebelumnya.

"Keterbukaan kita (KPU) dalam menghadirkan data autentik hasil pemilihan per TPS ini sekarang mendapat perhatian banyak negara. Tidak pakai e-voting tetapi menunjukkan hasil per TPS sekarang menjadi kajian menarik, karena ini pertama kali dalam sejarah pemilu di dunia, dan itu di negara anda," kata Sigit kepada mahasiswa Unhas dan IPDN.

Sigit menambahkan, sistem yang dikembangkan oleh KPU ini bahkan mulai diterapkan oleh negara-negara lain dalam menggelar pemilihan.

"Beberapa negara Timur Tengah belajar demokrasi ke KPU, beberapa negara Asia Tenggara yang kemarin menyelenggarakan pemilu juga ke KPU, dan sebagian besar sudah mengadopsi sistem yang dipakai oleh KPU," tukas dia. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA