Demikian disampaikan analis politik dan HAM Labor Institute Indonesia, Andy William Sinaga kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (3/4).
Menurut Andy, kelihatannya elite PDIP panik, sehingga Risma yang mendulang suara mayoritas dalam Pilkada Surabaya 2015, diyakini sebagai petarung yang bisa menang melawan Ahok.
"Padahal kalau mau uji nyali, PDIP dapat mengusung Puti Guntur Soekarno Putra, trah Soekarno, ada juga Boy Sadikin, Djarot Saiful Hidayat, atau Maruara Sirait untuk diadu dengan Ahok," kata Andy.
Melihat dinamikan tersebut, Labor Institute Indonesia menyarankan agar elit PDIP tidak "merayu" Megawati untuk memboyong kader-kader PDIP yang sudah teruji di daerah seperti Risma dan Ganjar Pranowo (Gubernur Jateng) maju di Jakarta.
Andy juga menambahkan, fenomena hasil survei dari beberapa lembaga yang hasilnya menempatkan Ahok sebagai pemenang harus dicermati oleh PDIP bahwa suara rakyat Jakarta yang majemuk menginginkan pemimpin yang tegas, trengginas dan merakyat.
"DPP PDIP jangan malu-malu memanggil Ahok guna membuat kontrak politik untuk menjalankan pemerintahan berdasarkan platform PDIP. Bila perlu PDIP melakukan survei internal agar fair nama Ahok dapat dimasukkan sebagai kandidat petahanan," tukasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: