Sementara, Taufik Ridho beralasan mundur dari jabatan nomor dua di DPP PKS itu karena merasa tidak mampu optimal menjalankan tugas, ia tengah sibuk dengan bisnisnya.
"Tradisi di PKS, diberi amanah tidak boleh menolak dan pantang meminta jabatan. PKS sebagai partai dakwah punya habit seperti itu," kata peneliti politik IndoStrategi, Pangi Syarwi Chaniago, Kamis (18/2).
Lalu, lanjut Pangi, muncul pertanyaan kenapa Taufik Ridho mundur tanpa alasan konkrit. Jelas Pangi, banyak tokoh di Tanah Air menjadi pengurus partai namun tetap eksis berbisnis.
"Terkait Taufik Ridho, ini logika terbalik dan aneh tapi nyata. Ketika dititipkan amanah, ia mundur tanpa ada alasan atau keterangan yang rasional," terangnya.
Menurut Pangi, dengan mundurnya Taufik Ridho menunjukkan ada sesuatu yang tidak "beres" di internal PKS. Seperti menguatkan dugaan publik, bahwa kubu Keadilan dan kubu Sejahtera di PKS semakin gontok-gontokan. (Baca:
Sekjen Mundur, Turbulensi Politik Internal PKS Semakin Menguat)
"Ada apa di balik ini semua? Apakah karena pro kontra menjadi oposisi atau koalisi yang belum tuntas?" tukas Pangi.
[rus]
BERITA TERKAIT: