KONFLIK GOLKAR

ARB Buat Agung Dan Akbar Kebingungan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Selasa, 26 Januari 2016, 22:37 WIB
ARB Buat Agung Dan Akbar Kebingungan
at dan al/net
rmol news logo . Rapimnas Golkar menggelinding dua isu seksi. Pertama, di Munaslub nanti, Aburizal Bakrie menyatakan tidak akan mencalonkan diri lagi sebagai ketua umum, sembari meminta Agung Laksono supaya mengikuti langkahnya.

Kedua, tentang batasan umur calon ketum. Jika mengikuti himbauan BJ. Habibie, Habibie berpesan supaya ARB dan tokoh Golkar yang senior membuka pintu bagi kader mudanya yang berumur 40-60 tahun untuk maju.

Tokoh senior Golkar Zainal Bintang mengatakan, sebenarnya Munaslub atau musyawarah nasional luar biasa hanyalah sebuah solusi yang biasa  dalam suatu organisai, apabila terjadi sesuatu yang bersifat "genting memaksa". Tapi, untuk saat ini, ZB belum melihat ada kasus internal maupun eksternal yang dapat dikategorikan "genting memaksa".

Penilaian ZB, dalam forum Rapimnas, ARB telah memainkan strategi teka teki silang yang sukar ditebak oleh lawan politik. Selain menyesatkan lawan, strategi ARB juga menelan korban.
    
Menurut ZB yang juga Ketua Kordinator Eksponen Ormas Tri Karya Golkar (EO-TKG) ini, jauh hari sebelum Rapimnas, berbagai manuver telah dilancarkan kubu Munas Ancol pimpinan Agung Laksono untuk memaksa kubu Munas Bali pimpinan ARB mengangkat bendera putih. Puncaknya, ketika AL berhasil menggandeng Majelis Partai Golkar pimpinan Prof Muladi membentuk kesebelasan Tim Transisi.

"Tidak tanggung-tanggung, Ketua Tim Transisi adalah Wapres Jusuf Kalla dan Pelindung BJ. Habibie, bersama sembilan nama besar lainnya termasuk ARB dan AL dan Akbar Tanjung," kata ZB kepada media ,Selasa malam (26/1).

Dan menanggapi lahirnya Tim Transisi, ARB mengatakan dirinya tidak merasa gentar meskipun ada nama besar. Menurut ZB, keperkasaan Tim Transisi digempur ARB dengan mengadakan forum Rapimnas.

"Lihat saja, pada acara pembukaan, BJ. Habibie berhasil digaet berpidato. Dan pada malam penutupan, giliran Ketua Tim Transisi JK yang memberi sambutan," ungkap ZB yang juga Ketua Kordinator Eksponen Ormas Tri Karya Golkar (EO-TKG).

Sekarang, lanjut ZB, tinggallah AL dan AT kebingungan seperti orang tersesat ditinggal dua petinggi Tim Transisi. AL dan AT rupanya tidak punya daya tawar untuk menahan Habibie dan JK, supaya tidak hadir di acara Rapimnas bikinan kubu ARB.

"Terkesan seolah-olah AL dan AT telah menjadi korban teka teki silang ARB," ujar ZB mengakhiri komentarnya. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA