Budaya Gotong Royong Bisa Tangkal Radikalisme

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Jumat, 22 Januari 2016, 14:57 WIB
Budaya Gotong Royong Bisa Tangkal Radikalisme
rmol news logo Membentuk dan mengembangkan program gotong royong dinilai akan mampu menangkal radikalisme. Sikap gotong royong masyarakat desa, menurut Menteri Menteri Desa Marwan Jafar, adalah kunci untuk menutup celah paham radikalisme masuk pedesaan.

"Mulai sekarang perangkat desa harus memikirkan program-program apa saja yang dapat memperkuat kebersamaan. Budaya gotong royong di desa-desa harus dipertahankan, karena ini adalah kunci kita untuk menutup celah masuknya paham-paham radikal," katanya.

Menteri Marwan menjelaskan, ajaran yang diterapkan oleh paham radikal adalah ajaran yang menghapus sikap toleransi. Dengan demikian, masyarakat desa akan dengan mudah terlibat konflik.

Menurutnya, hal yang paling efektif untuk menangkal radikalisme adalah dengan melaksanakan program-program yang dapat mempertahankan rasa kebersamaan masyarakat desa.

"Teorisme ini adalah puncak dari intoleransi. Sedangkan intoleransi adalah titik awal dari terorisme. Maka dari itu, kunci untuk menangkal ini hanyalah dengan sikap gotong royong. Kalau kebersamaan masyarakat sudah terkunci, tidak akan ada lagi teroris yang bisa masuk," tegasnya.
 
Selain itu Menteri Marwan juga memastikan akan mendorong suprastruktur desa dan pranata-pranata sosial desa, untuk turut terlibat memberantas terorisme. Di sisi lain, Menteri Marwan juga telah membentuk program ketahanan desa, yang akan sangat berkontribusi menangkal radikalisme bahkan di garda terdepan. Program ini dicanangkan, untuk memastikan kondisi dinamis masyarakat desa.

"Dengan program ketahanan desa ini, masyarakat tidak akan lagi terprovokasi oleh paham-paham radikal. Dalam Undang-Undang Desa kan sudah jelas, apapun yang dilaksanakan desa, semua berasaskan pada sikap gotong royong, toleransi, kebersamaan, dan mengutamakan musyawarah. Dengan program ketahanan desa, pedesaan akan didorong untuk menjadi desa mandiri, demokratis dan mengembangkan sikap gotong royong," tukasnya.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA