Jokowi Dan Ical Harus Bersatu Lawan JK

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Kamis, 21 Januari 2016, 12:42 WIB
Jokowi Dan Ical Harus Bersatu Lawan JK
jokowi-ical/net
rmol news logo . Wakil Presiden yang juga politisi senior Partai Golkar, M. Jusuf Kalla terkenal lincah dalam memainkan politik.

JK sapaan akrab pria kelahiran 1942 Bone Sulawesi Selatan ini manjadi wapres mendampingi Joko Widodo tanpa dukungan Golkar. Kini, JK menerima tawaran sebagai Ketua Tim Transisi Golkar.

Pengamat politik dari UIN Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago menganalisa, ada dua kemungkinan kenapa JK bersedia menjadi "pemersatu" kubu Munas Bali (Aburizal Bakrie) dengan kubu Munas Jakarta (Agung Laksono).

Pertama, JK diamanatkan oleh Jokowi untuk misi menggaet Golkar agar bergabung dan membantu Pemerintah. Karena bagaimanapun, posisi Golkar sebagai parpol senior masih sangat diperhitungkan dalam kancah perpolitikan nasional.

"Yang dikhawatirkan, mampukah JK membawa misi itu tidak trial and eror," ujar Pangi kepada redaksi, Kamis (21/1).

Kemungkinan kedua, Jokowi dan Ical, sapaan akrab Aburizal, mesti ekstra hati-hati. JK sedang menyeting bagaimana Golkar berada di bawah kendalinya.

"JK nggak peduli, yang penting JK butuh Golkar untuk menambah 'darah' sehingga punya bergaining politik yang kuat yang kemudian digunakan kekuatan tersebut untuk menghantam Jakowi, nyalib Jokowi," terang Pangi, sambil menambahkan kemungkinan kadua ini yang lebih realistis.

Pasalnya, lanjut Pangi, sudah menjadi pengetahuan umum, sewaktu JK jadi wapres SBY periode 2004-2009, ia bisa menyaingi sang jenderal, maka mulcul istilah "matahari kembar".

"JK ini masih tetap berbahaya. Tidak bisa dipungkiri bahwa JK nggak bisa leluasa dan menjadi penentu dan pengendali. Di era SBY, sebetulnya JK lebih bisa leluasa mengembangkan sayap bisnis dan jejaring politiknya. Namun di era Jokowi beda, ia tidak menjadi the real presiden. Makanya sekarang JK sudah mulai kongkalikong dengan Golkar," demikian Pangi. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA