Ketua Majelis Syuro PBB MS Kaban mengatakan, KMP seharusnya bisa kompak dan tetap menolak sebagaimana kesepakatan sebelumnya. Awalnya, antarpimpinan KMP menilai bahwa RAPBN 2016 yang disusun pemerintah tidak berpihak kepada rakyat.
"Kami KMP dari awal sudah mempunyai persepsi dan opini yang mengkritisi bahwa RAPBN 2016 tidak realistis dan tidak menunjukkan perbaikan untuk kehidupan rakyat. Atas dasar ini, PBB kecewa. KMP diparlemen menyentujui meski dengan persepsi masing masing," kata Kaban, Selasa (2/11).
Kaban juga menyoroti proses pengambilan keputusan yang juga tak kompak saat di paripurna. Saat itu, hanya Partai Gerindra yang hingga akhir proses paripurna berupaya menolak, meski pada akhirnya ikut menyetujui.
"Penerimaan KMP dalam suasana tidak satu bahasa saat pembahasan RAPBN 2016 itu menunjukkan KMP saat ini telah sarat dengan kepentingan masing-masing," tegas Kaban seperti dilansir dari
JPNN.
Diketahui, PBB partai pimpinan Yusril Ihza Mahendra bersama Golkar, Gerindra, PAN, PKS dan PPP ditambah Demokrat adalah anggota KMP. Namun memang hanya PBB yang tidak ada perwakilan di Parlemen karena tidak lolos ambang batas parlemen atau
parliamentary threshold pada Pemilu 2014 lalu.
[rus]
BERITA TERKAIT: