Demikian diungkapkan Kordinator Panitia Daerah (Panda) G-70 Propinsi Banten, Ananta Wahana di Serang, Minggu (4/10).
Pernyataan Ananta ini terkait dengan rencana seminar bertema "Revolusi Mental Menuju Banten Yang Sejahtera dan Bermartabat" pada Selasa (6/10) di Universitas Tirtayasa, Serang, Banten. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menyambut kedatangan Kapsul Waktu yang berisi mimpi rakyat seluruh Indonesia.
Ke dalam kapsul yang diboyong menjelajah ke seluruh Indonesia itu, setiap provinsi memasukan tujuh mimpi yang diharapkan oleh masyarakatnya.
Dijelaskan Ananta, Kabupaten Lebak dikenal di seluruh dunia pada waktu itu karena novel "Max Havelaar" yang ditulis oleh Eduard Douwes Dekker pada tahun 1860 di Belgia. Noveli yang ditulis Multatuli, begitu nama samaran Eduard Douwes Dekker, berisi kisah nyata tentang pembiaran pemerintah Belanda atas praktik perbudakan, korupsi dan penindasan yang dilakukan pemerintah pribumi.
"Jadi kalau mau bicara soal mimpi, kita harus bicara sejarah. Bagaimana menghapus nama Lebak yang serba miskin, tertindas dari novel Max Havelaar, itu persoalannya," kata Ananta.
"Selama masyarakat Kabupaten Lebak tidak sejahtera, Max Havelaar akan terus dikenang sebagai Lebak yang berwajah buruk. Tantangan yang dihadapi oleh pemerintah Banten pada waktu kapanpun adalah menghapus gambaran buruk tentang Lebak versi Max Havelaar dan menggantikannya dengan novel baru yang mengisahkan Lebak yang sejahtera," sambung Ananta yang juga pengasuh Padepokan Kebudayaan, Karang Tumaritis Tangerang.
Seminar sendiri rencananya akan menghadirkan Gubernur Banten, Rano Karno sebagai pembicara kunci (keynote speaker). Pembicara lain adalah, Bondan Gunawan (Tokoh Nasional), Prof. Dr. H. Soleh Hidayat, M.Pd ( Rektor Untirta), Prof. Dr. H.MA Tihami, MM ( Sosiolog Banten), H. E. Rahmat Taufik P.Hd ( Ketua STIE Banten), Ito Prajna Nugroho ( Filosof Muda).
Kemudian, Drs. H. M. Agus Salim M.Pd ( Kepala Kanail Depag Banten), Asep Rahmatullah ( Ketua DPRD Banten), Drs. H. Ranta Soeharta (Sekda Provinsi Banten) dan akan dipandu oleh AM Putut Prabantoro, konsultan komunikasi politik.
[dem]
BERITA TERKAIT: