Memangkas Izin Investasi Bukan Ciri Ekonomi Mandiri ala Trisakti!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 30 September 2015, 16:40 WIB
Memangkas Izin Investasi Bukan Ciri Ekonomi Mandiri ala Trisakti<i>!</i>
teguh santosa
Kecil Besar
rmol news logo . Memangkas izin investasi, sebagaimana menjadi fokus paket kebijakan ekonomi jilid II pemerintahan Jokowi-JK, memang terlihat bagus. Istilah ini dikenal dengan debottlenecking.

"Tapi memangkas izin investasi ini bukan ciri ekonomi mandiri ala trisakti. Memangkas izin investasi cara lain memperkuat neoliberalisme," kata pengamat politik FISIP Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Teguh Santosa, saat berbincang dengan redaksi (Rabu, 30/9).

Hal yang harus dilakukan, lanjut Teguh, seharusnya pemerintah memproteksi industri dalam negeri. Dalam hal ini adalah dengan memberikan kredit atau fasilitas penunjang bagi industri dalam negeri untuk bisa ekspor. Dengan demikian, jumlah tenaga kerja juga bisa diserap dalam jumlah besar

"Memang harus debirokratisasi, satu atap. Tapi itu bukan yang paling utama. Mestinya dibarengi dengan memperkuat komponen dalam negeri," ungkap Teguh.

"Inilah konsekuensi pasal 33 yangg sudah dikebiri. Sosialisme ala Indonesia yang jadi pondasi ekonomi diganti dengan neoliberalisasi yang memberi kesempatan pada pemain ekonomi besar untuk berkuasa," demikian Teguh. [ysa]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA