Dalam pertemuan pertama sejak dicapainya kesepakatan nuklir Iran dengan negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan Jerman (P5+1), Menlu Retno menyampaikan sambutan baik atas ditandatanganinya Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) antara Iran dengan negara P5+1 pada tanggal 14 Juli 2015 silam.
"Kesepakatan ini merupakan capaian historis yang diharapkan dapat memperbaiki hubungan Iran dengan negara Barat dan menjadi titik awal upaya penyelesaian konflik di kawasan Timur Tengah," tutur Menlu Retno sebagaimana keterangan tertulis yang diterima redaksi sesaat lalu (Kamis, 24/9).
Menlu Retno juga memberikan perhatian tinggi terhadap perkembangan politik dan keamanan di Timur Tengah. Kepada Menlu Javad Zarif, Menlu menekankan artin pentingnya mengedepankan upaya dialog dan diplomasi dalam penyelesaian berbagai masalah di Timur Tengah, termasuk masalah Suriah.
"Menlu Iran sepakat dengan Indonesia bahwa
inclusive dialogue yang melibatkan semua pihak, baik internal maupun eksternal yang terkait dalam penyelesaian masalah Suriah, bersifat penting. Menlu Iran mengharapkan Indonesia juga dapat berkontribusi dalam tercapainya rekonsiliasi nasional di Suriah," tandasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: