Survei Rieke: Kebutuhan Dasar Riil Pekerja Lajang dan Berkeluarga Belum Tercukupi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Selasa, 22 September 2015, 12:51 WIB
Survei Rieke: Kebutuhan Dasar Riil Pekerja Lajang dan Berkeluarga Belum Tercukupi
foto:rmol
rmol news logo Kebutuhan hidup layak pekerja/buruh pada tahun 2016  yakni rinciannya sebesar Rp 2.889.933 untuk pekerja lajang, Rp 3.645.171 (berkeluarga belum punya anak), Rp 4.807.969 (berkeluarga punya anak satu), dan Rp 5.941.831 (berkeluarga punya anak dua).

Demikian hasil survei Rumah Diah Pitaloka (RDP) yang dirilis di Ruang Wartawan, Komplek DPR, Senayan, Jakarta (Selasa, 22/9). Rilis survei dihadiri langsung oleh anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka.

Survei dilaksanakan pada 28-30 Agustus 2015 oleh RDP bekerja sama dengan jaringan buruh, mahasiswa, dan LSM. Survei dilakukan di tujuh provinsi dan sembilan kabupaten/kota dengan metodologi pengumpulan data dengan teknik samping probalistik (acak).

Proporsi pengeluaran belanja buruh terbesar pada perumahan (39 persen). Yang terdiri dari sewa kamar 65 persen, kompor gas dan LPG 3.6 persen, listrik 11.7 persen, makanan dan miniman 28 persen dan transportasi 23 persen.

Berdasarkan temuan survei RDP, 60 item komponen KHL versi Permenakertrans, kebutuhan dasar riil pekerja belum tercukupi untuk lajang dan berkeluarga. Ada 23 item harus ditambah dalam komponen KHL antara lain meliputi air minum, kebutuhan susu anak, biaya pendidikan anak, biaya sosial, biaya komunikasi dan kebutuhan perumahan.[wid]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA