"Isu itu murahan dan menyesatkan, karena saya bukan bonekanya siapa-siapa termasuk Longky. Gimana mungkin saya terpanggil maju hanya untuk kalah?," cetusnya.
Rusdi mengklaim selama sepuluh tahun memimpin Kota Palu, sudah banyak perkembangan yang diwujudkannya, terutama di bidang ekonomi.
"Sejak kapan Cudy (panggilan akrab Rusdi) menjadi boneka? Dan mental saya bukan pecundang tetapi mental petarung," ucapnya kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (4/8).
Dengan ikut dalam Pilkada Sulteng ini, ia dan pasangannya Ihwan Datu Adam bertekad ingin membangun Sulteng secara nyata. Sulteng, kata dia, harus bisa sejajar dengan provinsi lainnya di Indonesia Timur yang sudah maju.
"Pak Longky dan saya maju dalam Pilkada Gubernur, tentu harus berjuang . Dan yang jelas sesuai komitmen salah satu dari kami harus legowo, jika nantinya terpilih sebagai gubernur Sulteng dalam Pilkada Gubernur 2015. Saya banyak ide dan strategi guna mewujudkan mimpi saya membangun Sulawesi Tengah yang rakyatnya sejahtera," tegas Rusdi.
Rusdi pernah mengutarakan keinginannya memekarkan Sulteng menjadi dua provinsi, yakni Sintuvu Maroso dengan ibukota Poso dan Banggai Raya dengan ibukota Luwuk. Alasannya jarak tempuh jika harus berurusan dengan pemerintah.
[wid]
BERITA TERKAIT: