Ketua DKPP: Pilkada Serentak Tidak Seseram yang Dibayangkan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Kamis, 02 Juli 2015, 06:37 WIB
Ketua DKPP: Pilkada Serentak Tidak Seseram yang Dibayangkan
jimly asshiddiqie/rm
rmol news logo Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Jimly Asshiddiqie (DKPP) menghadiri pertemuan tripartit, antara KPU, Bawaslu dan DKPP, Rabu sore (1/7) kemarin. Pertemuan berlangsung secara tertutup di Ruang Ketua KPU RI Husni Kamil Manik di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.

Selain Jimly, anggota DKPP yang hadir; Saut H Sirait dan Valina Singka Subekti. Dari KPU; Husni Kamil Manik, Hadar Nafis Gumay, Ida Budhiati, Sigit Pamungkas, Arif Budiman, Juri Ardiantoro, Fery Kurnia Rizkiyansyah, masing-masing sebagai ketua dan anggota serta Sekjen KPU Arif Rahman Hakim. Sedangkan dari Bawaslu; Muhammad, Nasrullah, Endang Wihdatiningtyas, Daniel Zuchron, ketua dan anggota, serta Sekjen Bawaslu Gunawan Suswantoro.

Jimy Asshiddiqie mengatakan, pertemuan itu membahas tentang persiapan Pilkada serentak 2015. Dia optimis pelaksanaan Pilkada 9 Desember mendatang akan berjalan lancar dan aman.

"Saya sudah keliling Indonesia dalam acara sosialisasi (kode etik penyelenggara pemilu). Saya punya kesan Pilkada ini lancar, insya Allah. Tidak seperti dikhawatirkan. Pilkada ini tidak lebih berat dari Pemilu kemarin (Pemilu 2014)," katanya seperti dalam rilis Humas DKPP, Kamis (2/7).

Memang, lanjut Jimly, ada teori bahwa Pilkada lebih rentan terjadi konflik karena hubungan emosional antara calon dengan pendukung lebih dekat, tapi ini hanya teori.

"Dalam praktiknya tidak seseram yang dibayangkan. Namun keamanan juga tidak boleh dianggap enteng," ujar mantan ketua MK itu.

Ketua KPU Husni Kamil Manik menambahkan, pihaknya sedang menyiapkan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Polri. Dia yakin, pihak kepolisian sudah memiliki pemetaan terhadap potensi masalah. Dia pun berpendapat,  potensi konflik mungkin saja terjadi baik ada pilkada maupun tidak ada pilkada.

"Yang menjadi tanggung jawab kami adalah bagaimana agar penyelenggara Pemilu tidak menjadi sumber konflik," tutpnya. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA