"Sebenarnya nggak ada masalah. Saya dapat memahami harapan pak Djan Faridz itu," kata anggota Komisi IV DPR RI ini kepada redaksi, Rabu (3/6).
Fadly Nurzal juga mengakumi sosok JK sebagai simbol pemersatu. Namun, kata dia, dengan meminta JK, Djan Faridz sudah menafikan sesepuh PPP yang juga bisa mempersatukan kedua kubu yang bertikai.
"Kenapa tidak meminta pak Hamzah Haz, Kiai Maimun Zubair dan sesepuh yang lain? Mereka adalah simbol PPP, mereka sudah berdarah-darah membesarkan partai ini," imbuh Fadly Nurzal.
Menurutnya, kalau kedua kubu terbuka, pintu islah akan terwujud oleh sesepuh PPP.
Masih, kata Fadly Nurzal, jangan sampai dengan langkah ceroboh Djan Faridz tersebut, anggapan orang terhadapnya, yang tidak mengetahui sejarah PPP, terbukti.
Fadly Nurzal pun tidak ingin islah 'basa basi' untuk menyongsong Pilkada 2015 semata. Tapi harus islah yang benar-benar mempersatukan Partai Ka'bah yang akan memasuki usia 43 tahun di Januari 2016.
"Saya yakin ada jalan keluar, saya berharap ada perdamain," tukasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: