Dalam rapat paripurna itu, Harry menjabarkan mengenai kinerja BPK selama semester II Tahun 2014. Ia mangatakan bahwa BPK telah berhasil menemukan 3.293 masalah berdampak finansial senilai Rp 14,74 triliun yang terdiri atas masalah yang mengakibatkan kerugian negara senilai Rp 1,42 triliun, potensi kerugian negara senilai Rp 3,77 triliun, dan kekurangan penerimaan senilai Rp 9,55 triliun.
"Berdasarkan Ikhtisar Pemeriksaan Semester (IHPS) dan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Semester II 2014, BPK mengungkapkan memeriksa 651 objek pemeriksaan terdiri dari 135 objek pemerintah pusat, 497 objek Pemda dan BUMD, serta 37 objek BUMN," ujar Harry di Ruang Rapat Paripurna, gedung DPR RI, Senayan, Jakarta (Selasa, 7/4).
Masalah lain yang menonjol dalam kinerja BPK, lanjut Harry, adalah penerapan Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP) yang belum disiapkan secara serius oleh pemerintah.
"Pemerintah pusat dan daerah belum siap mendukung penerapan SAP berbasis akural pada 2015 dalam penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) dan Laporan Keuangan Pemerintah (LKPD)," tandasnya
.[wid]
BERITA TERKAIT: