Jokowi Harus Gusur Lingkaran Dalam Istana dan Menteri yang Hambat Kinerjanya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 09 Februari 2015, 22:12 WIB
Jokowi Harus Gusur Lingkaran Dalam Istana dan Menteri yang Hambat Kinerjanya
joko widodo/net
rmol news logo Konflik antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri terus berlanjut karena para pembantu Presiden Joko Widodo di lingkaran Islan tak sigap dalam meminimalisir konflik. Malah pernyataan Seskan Andi Wijayanto yang cenderung memperparah konflik.

"Andi yang berapa hari terakhir ini dikenal sebagai salah satu Trio Macan Istana tidak menempatkan dirinya sebagai pereda konflik tapi justru menjadi pihak yang tidak netral dengan pernyataannya kepada pers yang tidak utuh," kata peneliti senior Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus, beberapa saat lalu (Senin, 9/2)

Menurut Lucius, kisruh politik hukum yang mendapat perhatian begitu besar dari publik ini melahirkan reaksi yang negatif dari publik. Sebagian menganggap ini adalah skenario pelemahan KPK dan dengan serta merta mengaitkannya dengan peran partai politik pendukung pemerintah.

Karena itu, Lucius Karus mendesak Presiden Jokowi melakukan reshuffle kabinetnya. Hal ini harus dilakukan agar kinerja Presiden sesuai dengan visi misi yang disampaikan pada saat kampanye.

Belakangan, keberadaan sementara orang di Istana dan kabinet dinilai menghambat kinerja dan tidak sesuai visi politik Jokowi. Ketidaksigapan lingkaran dalam istana ini mendorong beberapa pihak meminta Jokowi segera mengevaluasi kinerja pembantunya terutama Trio Macan Istana, yaitu Andi Wijayanto, Rini Suwandi dan Luhut Panjaitan. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA