POLEMIK PERPPU PILKADA

Misbakhun: SBY, Sudahilah Bermain Drama

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Kamis, 11 Desember 2014, 14:01 WIB
Misbakhun: SBY, Sudahilah Bermain Drama
misbakhun/net
rmol news logo . Sikap walkout (WO) Partai Demokrat dalam sidang paripurna menetapkan RUU Pilkada DPRD mulai dipertanyakan. Pasalnya, kini partai berlambang Mercy menggemborkan untuk mendukung Perppu Pilkada langsung buatan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat masih menjabat presiden.

"Kenapa Demokrat dulu WO? Udahlah kita selesaikan drama itu, yang presiden di luar negeri tidak tahu urusan lah. Kita semua tahu kok," ujar politikus Golkar, M. Misbakhun dalam diskusi di Pressroom DPR, Senayan, Jakarta (Kamis, 11/12).

Anggota Komisi XI ini menjelaskan bahwa dalam paripurna penetapan UU Pilkada DPRD itu, Gamawan Fauzi menerima putusan itu. Gamawan saat itu menjabat sebagai Mendagri yang merupakan kepanjangan tangan dari presiden. Lalu tidak ada selang sehari, presiden marah dan mengeluarkan Perppu.

"Padahal Gamawan kepanjangan tangan presiden," ujarnya.

Lebih jauh, Misbakhun menyebut terjadi pemaksaan kehendak dalam isi perppu SBY. SBY terkesan memaksakan usulan sepuluh perbaikan pilkada langsung dari Demokrat yang ditolak diparipurna, masuk ke dalam perppu

"Tolong dicermati isi Perppu itu. 10 rekomendasi itu isinya keinginan SBY pribadi. 10 keinginan itu tidak diinginkan (diparipurna) dan tidak diterima lalu dimasukkan di Perppu," ujarnya.

Dibeberkan Misbakhun, jika sejak awal Demokrat mendukung Pilkada langsung, maka KMP akan kalah. Tapi anehnya, saat itu Demokrat justru memilih WO karena usulannya ditolak.

"Kenapa harus mekanisme lewat Perppu? Kita berbicara soal substansi negara kita. Sudah selesai kita bicara tipu-tipu," tandasnya. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA