GEJOLAK GOLKAR

Ali Mochtar: Munas Ancol Dipenuhi Orang-orang Picik dan Sakit Hati

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 09 Desember 2014, 07:57 WIB
Ali Mochtar: Munas Ancol Dipenuhi Orang-orang Picik dan Sakit Hati
Ali Mochtar Ngabalin/net
rmol news logo . Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar di Ancol Jakarta bukanlah Munas Golkar yang sah. Selain tidak sesuai dengan aturan dan konstitusi partai, Munas di Jakarta juga dipenuhi oleh orang-orang yang tidak tahu etika politik.

"Munas abal-abal dan oplosan itu dipenuhi orang-orang picik, tak berakhlak dan  manusia-manusia yang harus kekuasaan," kata Wakil Bendahara Umum DPP Golkar hasil Munas Bali, Ali Mochtar Ngabalin, kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Selasa, 9/12).

Ali Mochtar juga menyebut orang-orang di balik Munas Jakarta itu adalah orang yang sakit hati semua. Misalnya, Agun Gunandjar sakit hati karena tidak ditunjuk sebagai Wakil Ketua MPR; Zainuddin Amali sakit hati karena tidak ditunjuk sebagai Ketua Fraksi di DPR; Melcias Markus Mekeng sakit hati karena tidak ditunjuk sebagai Ketua Komisi XI DPR.

"Mereka kan bukan kader-kader terbaik, makanya gak ditunjuk. Mana bisa itu Mekeng pimpin Komisi Keuangan, atau Zainuddin pimpin fraksi. Seharusnya mereka itu ngaca dan tahu diri," tegas Ali Mochtar.

Agung Laksono sendiri, lanjut Ali Mochtar, bukanlah kader terbaik di Golkar. Jabatan Agung di pemerintahan pun bukan karena dia hebat dan berkualitas melaikan karena belas kasihan Golkar.

"Dia harusnya berterimakasih pada Pak Ical. Dia ditunjuk Pak Ical jadi Menko Kesra," demikian Ali Mochtar. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA