Penyebaran informasi itu, kata Aktivis 98 dari Yogyakarta, Supriyanto, bisa menjadi intrik politik yang sangat tidak pantas dan merendahkan kredibilitas Amien Rais sebagai intelektual.
“Kami sangat menyayangkan tokoh yang selalu membangun citra dirinya intelektual, justru memberikan pernyataan yang sangat tidak intelektual,” ujar Antok, sapaan karibnya, Sabtu 2 Mei 2026.
Antok menyatakan ucapan Amien Rais bisa memecah belah bangsa. Bahkan, pernyataannya seperti sedang membangun narasi yang merendahkan martabat pemimpin negara tanpa didasarkan pada fakta, hoaks, fitnah, serta mengandung ujaran kebencian.
Dia melanjutkan, dalam demokrasi yang sehat, kritik adalah instrumen utama untuk menjaga akuntabilitas kekuasaan. Namun kritik yang kuat selalu berdiri di atas argumen, data, dan analisis.
"Ketika kritik mulai kehilangan pijakan itu, ia cenderung mencari jalan pintas, menyerang pribadi. Labelisasi, stigma, dan insinuasi menjadi alat untuk membangun persepsi publik," demikian Antok.
BERITA TERKAIT: