Dalam perbincangan singkat dengan
RMOL, Asep Warlan Yusuf menyebut Jokowi sama saja bertindak main hakim sendiri dengan pernyataan tegasnya terkait kapal-kapal ilegal milik Malaysia. Jokowi dinilai tak sensitif karena meminta agar kapal-kapal Malaysia yang tertangkap tanpa izin dikaramkan saja.
"Kalau orang sipil yang bilang begitu wajar saja, tetapi perkataan itu keluar dari seorang kepala negara. Artinya, dia main hakim sendiri," tegas pakar hukum dari Universitas Parahyangan tersebut, beberapa saat lalu (Minggu, 23/11).
Perkataan itu memang menunjukkan ketegasan Jokowi, namun Asep merasa itu tidak tepat.
"Seharusnya tidak seperti itu. Tangkap dulu, kemudian sita (kapalnya). Itu namanya terlalu emosional. Takutnya perkataan semacam ini diikuti rakyat Indonesia untuk main hakim sendiri," lanjutnya.
Asep meminta Jokowi untuk meniru presiden terdahulunya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang menunjuk orang-orang yang dianggap pantas jadi jurubicara.
Misalnya Andi Alfian Malarangeng untuk dalam negeri, Dino Pati Djalal untuk luar negeri, dan Denny Indrayana untuk hukum.
Asep menyarankan Jokowi untuk menunjuk jurubicara, penasehat, dan ahli hukum seperti dari kalangan partai yang memiliki kriteria seperti Hasto Kristanto (PDIP) atau Akbar Faisal (Nasdem).
"Dari kalangan lain, bisa juga akademisi ataupun mantan wartawan," tandasnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: