DPR Pesimis Kompensasi BBM Sentuh Kelas Bawah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Rabu, 19 November 2014, 11:38 WIB
rmol news logo Kartu sakti Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai hanya menduplikasi dari program-program yang sudah dibuat di masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menurut politisi Demokrat Agus Hermanto, program kompensasi itu tidak akan bisa terlaksana karena tidak punya dasar anggaran.

"Kartu sakti itu copy paste (program) SBY, hanya ganti baju saja, jadi enggak jalankan (karena) enggak ada anggaran, seperti yang ada BPJS bukan KIS, harus inline," ungkapnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (19/11).

Tidak hanya itu, Agus ragu bahwa kompensasi itu nantinya benar-benar bisa sampai ke tangan masyarakat bawah. Menurutnya, pemerintah seharusnya bisa memperhatikan kondisi masyarakat yang sudah sangat kewalahan dengan tingginya harga barang saat ini

"Kompensasi BBM bahkan besaran dan waktu harusnya diyakinkan betul semua mekanisme dan sesuai perundang-undangan, baru dinaikkan. (Apakah) sekarang kompensasi akan sampai? Wallahuallam," beber Wakil Ketua DPR RI itu.[wid]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA